Postingan

Biokomputer dan Psikologi Buatan: Konvergensi Teknologi dan Kognisi dalam Era Organoid Intelligence

Biokomputer dan Psikologi Buatan: Konvergensi Teknologi dan Kognisi dalam Era Organoid Intelligence I. Pendahuluan Dalam era digital yang berkembang pesat, kita menyaksikan munculnya paradigma baru dalam komputasi dan psikologi yang menggabungkan sistem biologis dengan teknologi canggih. Biokomputer, yang didukung oleh konsep "Organoid Intelligence" (OI), dan psikologi buatan (artificial psychology) mewakili konvergensi revolusioner antara biologi, teknologi, dan ilmu kognitif. Kedua bidang ini tidak hanya menjanjikan terobosan dalam komputasi, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang sifat dasar kognisi dan kesadaran manusia. II. Tinjauan Teoritis Biokomputer 1. Definisi dan Konsep Dasar Biokomputer merupakan sistem komputasi yang memanfaatkan komponen biologis, khususnya sel-sel hidup, untuk melakukan proses komputasi. Konsep ini mencakup penggunaan organoid otak—struktur tiga dimensi yang terbuat dari jaringan otak manusia yang dikultivasi di laboratorium—sebagai ha...

Budidaya Pakan Alternatif Ternak dari Jelai Hidroponik Berskala Besar: Strategi Swasembada Pangan Berkelanjutan yang Produktif

Membangun Kerangka Pengukuran Teonomik untuk Menilai Dampak Ekonomi Uni Eropa terhadap Global South

JURNAL TEONOMIKA DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Membangun Kerangka Pengukuran Teonomik untuk Menilai Dampak Ekonomi Uni Eropa terhadap Global South Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka pengukuran teonomik (theonomic measurement) yang komprehensif untuk mengevaluasi dampak pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan di Uni Eropa terhadap negara-negara Global South. Teonomi, sebagai sistem pemikiran yang menarik hukum-hukum Perjanjian Lama sebagai sumber norma bagi tatanan ekonomi dan sosial, menawarkan perspektif alternatif terhadap ekonomi konvensional yang "bebas nilai". Melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis dan analisis wacana kritis, penelitian ini mengkonstruksi seperangkat indikator teonomik yang mencakup lima dimensi utama: (1) Keadilan Distributif — diukur melalui rasio beban utang terhadap pendapatan publik (pada 2025, pembayaran utang menyerap 45% pendapatan anggaran dan 35% total belanja di Global South, melampaui total belanja pendidik...

Memahami "Sang Revolusioner Zaman"

Memahami "Sang Revolusioner Zaman" Istilah "Sang Revolusioner Zaman" merujuk pada mereka yang menjadi garda terdepan perubahan di masanya—para pejuang, pemikir, dan aktivis yang menggugat ketidakadilan sosial serta memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan bagi rakyat. Tan Malaka: Revolusioner yang Dilupakan Salah satu figur paling ikonik adalah Tan Malaka—pejuang, pemikir, dan ideolog yang pernah dijuluki "Bapak Republik Indonesia" oleh Bung Karno. Lahir di Sumatera Barat pada 1897, ia menempuh pendidikan di Belanda dan pulang dengan gagasan tentang kemerdekaan, keadilan sosial, dan pendidikan bagi kaum tertindas. Tan Malaka menolak kompromi terhadap kolonialisme dan menentang sistem kapitalisme yang menindas. Dalam karya monumentalnya Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika), ia menyerukan bangsa yang merdeka harus berpikir rasional dan ilmiah, menolak takhayul serta fanatisme buta. Ia juga menulis: "Merah bukan berarti Komunis, Putih bukan berarti ...

TEONOMI SEBAGAI EKONOMI BERBASIS KEADILAN SOSIAL DAN SPIRITUAL

TEONOMI SEBAGAI PARADIGMA BARU EKONOMI BERBASIS KEADILAN SOSIAL DAN SPIRITUAL THEONOMY AS A NEW PARADIGM OF ECONOMY BASED ON SOCIAL AND SPIRITUAL JUSTICE Asep Rohmandar¹, Wulan Sari  Dewi² ABSTRAK Sistem ekonomi kontemporer didominasi oleh dua paradigma besar: kapitalisme dan sosialisme. Keduanya, meskipun berbeda secara fundamental dalam orientasi kepemilikan dan distribusi, mengandung kelemahan struktural yang terbukti menghasilkan ketimpangan sosial, eksploitasi sumber daya alam, dan krisis spiritual masyarakat. Artikel ini memperkenalkan konsep Teonomi—sebuah paradigma ekonomi alternatif yang bersumberkan pada nilai-nilai ketuhanan (divine values) sebagai fondasi etis dan operasional sistem ekonomi. Teonomi melampaui sekadar tambalan moral pada kapitalisme atau modifikasi ideologis pada sosialisme; ia menawarkan rekonstruksi epistemologis menyeluruh tentang bagaimana manusia seharusnya memproduksi, mendistribusikan, dan mengonsumsi kekayaan dalam bingkai amanah ilahi dan keadil...