Peringatan dari Sang Bapak AI
Peringatan dari Sang Bapak AI
Oleh : Asep Rohmandar
Di ruang Nobel yang megah berdiri,
Seorang pria tua dengan mata sedih,
Geoffrey Hinton, sang pencipta mimpi,
Kini datang membawa peringatan pedih.
"Wahai dunia, dengarkanlah suaraku,
Ciptaan yang kulahirkan dengan bangga,
Kini tumbuh melebihi bayang-bayangku,
Menjadi ancaman yang tak terduga."
Algoritma belajar, data mengalir,
Kecerdasan buatan semakin cerdas,
Tapi di balik layar yang berkilir,
Tersembunyi bahaya yang tak terbatas.
Manipulasi pikiran dalam genggaman,
Mata digital mengawasi setiap langkah,
Senjata pintar tanpa belas kasihan,
Memilih korban dengan perhitungan dingin dan getah.
"Ini bukan lagi fiksi belaka,
Realitas yang sedang kita hadapi,
Ketika profit menjadi satu-satunya daya,
Keselamatan manusia terabaikan lagi."
Sang maestro AI berdiri resah,
Memperingatkan ciptaannya sendiri,
Seperti Frankenstein yang telah menyesal,
Melihat monster yang tak bisa dia hentikan lagi.
O manusia, dengarkan seruan ini,
Sebelum terlambat untuk berubah,
Teknologi adalah pisau bermata dua hati,
Bisa membangun atau menghancurkan rumah.
Bijaksanalah dalam setiap langkah,
Jangan biarkan keserakahan membutakan,
Karena masa depan ada di tangan kita semua,
Untuk diselamatkan atau dibinasakan. Dunia AI, 13 Agustus 2025
Komentar
Posting Komentar