Biografi Singkat Asep Rohmandar: Polymath Sunda-Nusantara, Wirausahawan, Peneliti, dan Advokat Transformasi Sosial

Biografi Singkat Asep Rohmandar: Polymath Sunda-Nusantara, Wirausahawan, Peneliti, dan Advokat Transformasi Sosial                                                             
 Oleh Tim  Artefak AI Anak Bangsa                               
Asep Rohmandar adalah seorang sosok multidisipliner yang dikenal sebagai wirausahawan, peneliti mandiri, penulis kreatif, dan advokat sosial yang berakar kuat pada budaya Sunda-Nusantara. Berdomisili di Bandung, Indonesia, ia mendedikasikan dirinya untuk mengintegrasikan kearifan lokal dengan isu-isu global, dengan visi utama untuk mewujudkan keadilan sosial, pendidikan inklusif, dan pembangunan berkelanjutan bagi semua. Perjalanan hidup dan karya-karyanya menunjukkan perpaduan unik antara pragmatisme bisnis, kedalaman pemikiran filosofis, dan komitmen kuat terhadap  perbaikan perubahan sosial.

1. Profil Singkat

Nama Lengkap : Asep Rohmandar
Domisili: Bandung, Indonesia (sejak 1992 hingga sekarang)[2]
Identitas : Wirausahawan, Peneliti Mandiri, Penulis (esai, fiksi, puisi, jurnal), Aktivis Sosial, Polymath Sunda-Nusantara
Visi Utama : Keadilan Global, Pendidikan Inklusif, Pembangunan Berkelanjutan, dan Persemakmuran Nusantara
Email : asrohmandar69@gmail.com, rasep7029@gmail.com[19]

2. Perjalanan Hidup dan Pendidikan

Asep Rohmandar memiliki akar yang kuat di Garut, yang ia sebut sebagai "halamanku", tempat di mana ia mendapatkan nilai-nilai dan kearifan lokal. Perjalanannya kemudian membawanya ke Bandung, yang ia sebut sebagai "harapanku", pusat aspirasi dan aktivitasnya[26].

Sekolah Dasar Di Garut, SMP Karya Pembangunan 2 Bandung, SMA Telkom Bandung : Lulus pada tahun 1997[2]. Di masa sekolah, ia sudah menunjukkan jiwa kepemimpinan sebagai Ketua OSIS,  Forum Ukhuwah Pelajar  dan Mahasiswa Islam Indonesia dan Pengurus dan Dewan Syuro Yayasan Al-Kahfi Cabang Bandung, Forum Sarikat Pekerja Buruh (Forsi PB), PIKIR Kabupaten Bandung, Forum Konstituen Bandung Kab, yang menjadi fondasi awal aktivismenya[6].
STTB Bandung /Universitas Teknologi Bandung: Menempuh pendidikan Teknik Industri[8].
Uninus FKIP : Menempuh pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia[8].

Latar belakang pendidikan yang beragam ini membentuk kapasitasnya sebagai "polymath", mampu berpikir lintas disiplin dan mengintegrasikan berbagai pengetahuan.

3. Pengalaman Profesional

Asep Rohmandar memiliki rekam jejak yang kuat di sektor swasta maupun publik:

a. Pemilik, Surya Bima Berlian Group : Sejak 2012 (secara resmi Februari 2017 – Sekarang). Sebagai pemilik, ia bertanggung jawab penuh atas operasional, strategi bisnis, dan pengembangan usaha[2][6]. Ia juga menggunakan blog perusahaannya (suryabimaberliangroup.blogspot.com) sebagai platform untuk menyuarakan pemikiran filosofisnya[28].
b. Sekretaris, BPD Desa Sukapura : Agustus 2007 – Agustus 2012 (5 tahun 1 bulan). Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang tata kelola dan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput[6]. Dan  Pengurus Asosiasi BPD Kecamatan dan Kabupaten Bandung. 
c. Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara : Sebagai peneliti mandiri, ia fokus pada riset budaya Sunda, pendidikan, dan pembangunan masyarakat, sering mengintegrasikan kearifan lokal dengan isu-isu global[9][19].
Karyawan, Kopma STTelkom/Telkom University: Pengalaman ini memberinya wawasan tentang lingkungan pendidikan tinggi dan ekonomi koperasi[8].

4. Visi dan Pemikiran Utama

Pemikiran Asep Rohmandar terangkum dalam filosofi "Think Globally, Act Locally, Committed Nationally, Faired for All" dan "Education For Alls go Happy Life Society 5.0!". Ia mengidentifikasi dirinya sebagai "Presiden Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara," yang memiliki misi "membongkar bias sistemik dalam pendidikan, ekonomi, dan kebijakan publik"[21].

1. Keadilan Global (Justice Global Society 5.0 For Alls State) : Rohmandar adalah advokat gigih untuk keadilan yang melampaui batas negara[23]. Ia mengkritik ketidaksetaraan sistemik yang disebabkan oleh oligarki dan kartel, serta menyerukan reformasi kebijakan yang memihak pada masyarakat luas. "Surat Terbuka untuk Komunitas Global" adalah salah satu seruannya untuk menyalakan kembali api keadilan di tengah krisis global[27]. Ia juga menyoroti bahaya migrasi yang tidak memakai etika keadilan global sebagai penjajahan gaya baru[19].
2. Pendidikan Inklusif dan Inovatif : Pendidikan adalah pilar utama visinya[7]. Ia menyerukan akses pendidikan berkualitas bagi semua, terutama masyarakat marjinal (melalui Asosiasi Perpustakaan Desa/Kelurahan Provinsi Jawa Barat Seluruh Indonesia)[20][23]. Ia adalah penggagas model "Turbo Vision" untuk peningkatan profesionalisme guru dan selalu menekankan peran pendidikan dalam menciptakan SDM unggul[12].
3. Pembangunan Berkelanjutan (SDG 18 dan GIPOIFRG Plus): Rohmandar melampaui 17 SDG PBB dengan memperkenalkan "SDG 18" untuk menekankan aspek tambahan seperti keadilan digital dan tata kelola yang baik[29]. Ia mengembangkan kerangka kerja orisinal seperti "GIPOIFRG Plus" (Governance, Innovation, Partnership, Optimization, Inclusive, Future, Resilience, Growth) untuk mengukur dan merancang kesejahteraan sosial berkelanjutan[7][29].
d.Polymath Sunda-Nusantara: Ia mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu (antropologi, sosiologi, ekonomi, pendidikan, filsafat) dengan kearifan lokal Sunda dan visi kebangsaan Nusantara[19]. Ia percaya bahwa kearifan lokal dapat berkontribusi pada solusi global, seperti yang ia bahas dalam esai "Kepemimpinan Tutur Bhagawan Kamandaka di Era Digital dan AI"[22].

 5. Karya-karya Utama

Asep Rohmandar adalah penulis produktif yang berkarya dalam berbagai genre, menggunakan blog pribadi dan jurnal ilmiah sebagai platform utama:

1.   Buku :
 a. Buku Strategi IPOI, Diva Pustaka, 2022   b. Menggagas dan Meretas Komunikasi Pendidikan Efektif: Tinjauan dan Pengantar Teoritis-Praksis Implementasi Pengembangan  (Deepublish, 2025, ISBN: 978-634-01-1114-9). Buku ini membahas tinjauan teoritis dan praksis komunikasi efektif dalam pendidikan[17][18].

2.  Esai & Makalah Ilmiah (Jurnal) :
    a.  Jurnal: Desain Pengukuran Kesejahteraan Sosial Berkelanjutan (SDG 18) untuk Masyarakat Marjinal di Era Digital melalui Pendekatan GIPOIFRG Plus  (stemstream.blogspot.com, Oktober 2025). Mengusulkan metodologi inovatif untuk mengukur kesejahteraan[29].
    b.  Good Education Governance: Teori dan Praktik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Menengah  (JIMU: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, Vol. 3 No. 04, 2025). Analisis tata kelola pendidikan yang baik[19].
    c.  Peran Civil Society Dalam Perubahan Amandemen UUD 1945 Menuju UUD Permakmuran Nusantara (Jurnal Internasional Multidisiplin Indonesia, Vol. 1 No. 1, 2025). Membahas peran masyarakat sipil dalam reformasi konstitusi[20].
    d. 10 Pesan Penting tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Insani (aseprohmandar.blogspot.com, 2025). Esai tentang transformasi paradigma SDM/SDI[21].
    e.  Kepemimpinan Tutur Bhagawan Kamandaka di Era Digital dan AI (aseprohmandar.blogspot.com, 2025). Integrasi kearifan Sunda dengan modernitas[22].
    f.  Esai: Transformasi Kualitas Pendidikan Berdampak Melalui Kepemimpinan Inovatif  (aseprohmandar.blogspot.com, 2025). Mengusulkan model IPOIFR Scorecard[23].
    g.  Perancangan Program Turbo Vision untuk Peningkatan Profesionalisme Guru Dahsyat... (COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2022). Makalah tentang inovasi pendidikan guru[12][19].
    h.  Berbagai opini di LinkedIn tentang ekonomi global, pembangunan berkelanjutan, dan isu sosial[4][5][13][14].

3.  Fiksi (Cerpen & Puisi):
    a.  Cerpen: Impian di Balik Warung Kopi (youprokprekprak.blogspot.com, Juli 2025). Karya fiksi yang menggambarkan harapan dan realitas sosial[30].
    b.  Cerita Maya: Algoritma Keadilan  (superfiksi.blogspot.com, Juli 2025). Fiksi spekulatif tentang etika AI dan keadilan di era digital[31].
    c.  Puisi: Garut Halamanku, Bandung Harapanku  (westory159.blogspot.com, Juli 2025). Puisi reflektif tentang identitas dan aspirasi geografis[26].
    d.  Puisi untuk Asep Rohmandar: Untuk Hari Raya Idul Adha 1446 H  (numenafenomenahole.blogspot.com, Agustus 2025). Sebuah puisi dedikasi yang kemungkinan ditulis olehnya atau untuknya, merefleksikan nilai-nilai spiritual[25].
    e.  Puisi: Paradoks Pena dan Profit – Kumpulan Puisi tentang Dilema Publikasi Ilmiah Modern  (aseprohmandar.blogspot.com, 2025). Kritisi terhadap sistem publikasi ilmiah[23].

4.  Artikel Berita/Analisis :
                                                    Pembangunan Kampus Poltekpar NHI Bandung Terluas di Dunia Rampung 2025: Dorong SDG 18 dan Pariwisata Berkelanjutan (sundaglobalnews.blogspot.com, 2025). Analisis proyek pembangunan besar dalam konteks pembangunan berkelanjutan[24].

6. Aktivitas Sosial dan Organisasi

Asep Rohmandar adalah seorang organisatoris dan aktivis yang berpengaruh di banyak organisasi kemasyarakatan mulai karang taruna, KNPI, Fasilitator, Forum Diskusi Anggaran, pendamping APBD dari Kecamatan Hingga Provinsi, Seminar, Pelatihan PKK Das Citrum dan lainya :

1.  Asosiasi Perpustakaan Desa/Kelurahan Se-Indonesia : Pendiri dan Sekretaris Jenderal. Berkomitmen kuat pada literasi dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa, menggunakan strategi GIPOIG untuk pembangunan[15][16].
2.  LSM/TBM/Perpustakaan Anak Bangsa: Ketua. Fokus pada pengembangan perpustakaan anak dan literasi nasional, termasuk pengabdian masyarakat[16].
3.  Forum Komunikasi Ormas Merah Putih Bersatu ( Pengamat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) : Kemungkinan terlibat aktif sebagai pengamat atau pendukung, sejalan dengan advokasinya untuk pembangunan desa dan ekonomi kerakyatan, terutama dalam inisiatif peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Mei 2025[15].
4.  Panel Konferensi & Panitia Konferensi Kaum Muda Jabar (Forum Aktivis Bandung) : Terlibat dalam diskusi kepemimpinan kaum muda dan pemberdayaan masyarakat[16].
5.  Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara : Presiden, memimpin riset tentang transformasi konstitusional dan pengabdian masyarakat (misalnya, di DAS Citarum)[16][20].

7. Penutup

Asep Rohmandar adalah sosok yang kompleks dan inspiratif, mewakili "jiwa polymath" yang berani menembus batas-batas disipliner dan geografis[28]. Dari warung kopi yang melahirkan impian hingga algoritma keadilan di era digital, ia terus menggagas, meretas, dan menyuarakan visinya tentang dunia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan[30][31]. Dengan karyanya yang beragam dan aktivitasnya yang tak kenal lelah, ia menjadi suara penting dari "Polymath Sunda-Nusantara" yang berupaya mewujudkan "Persemakmuran Nusantara" bagi semua.                                                      Bandung, Sundaland, 23 Oktober 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KRISIS KEPEMIMPINAN GLOBAL

KELEMAHAN KONVENSI SAINS, TEKNOLOGI DAN INDUSTRI DALAM RISET STEM: ANALISIS KRITIS TERHADAP PARTISIPASI RESEARCHER NGOs DAN ORNOP DI INDONESIA

Paradoks Tatanan Global: Ketika Penjaga Perdamaian Justru Berkepentingan dalam Perang